PINDAH WEBSITE BARU

Salam bahagia kepada semua pengunjung blog ini, semoga anda semua berada di bawah naungan Allah SWT. Untuk Pengetahuan semua blog Ustaz Nor Amin ini telah berpindah ke website baru bermula awal bulan Februari 2014. Jadi segala artikel dan maklumat baru diupdate di sana.


Jom Ziarah Web baru ustaz

Klik Sini

Smart Hijrah

Tuesday, July 27, 2010

Keutamaan malam nishfu sya’ban




Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata,
“Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Tuanku Kanjeng Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata,
“Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Konon Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)

Al-Imam As-Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.”

Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban

Mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

Berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas pula bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dan dimanapun, bila mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?

Bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak memahami caranya doa, karena caranya adalah meminta kepada Allah.

Pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)

Disunnahkan malam itu untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana di Tarim para Guru Guru mulia kita mengajarkan murid muridnya untuk tidak tidur dimalam itu, memperbanyak Alqur’an doa, dll.

Sanggahan Habib Munzir Al Musawwa tentang Bid’ah-nya nishfu sya’ban

Sebenarnya peringatan seperti apa yang dilakukan pada perayaan tersebut??Puasa, sholat malam, membaca surah yasin 3x beserta doa nisfu sya’ban setelah sholat magrib atau ada yang lainnya……

Yg paling pokok adalah berdoa, karerna memang ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat yg lebih kuat adalah pd malam lailatul qadar.

Namun bukan berarti pendapat yg pertama ini batil, karena diakui oleh para muhadditsin, bisa saja saya cantumkan seluruh fatwa mereka akan malam nisfu sya’ban beserta bahasa arabnya, namun saya kira tak perlulah kita memperpanjang masalah ini pada orang yg dangkal pemahaman syariahnya.

Para ulama kita menyarankan membaca surat Yaasiin 3X, itu pula haram seseorang mengingkarinya, kenapa dilarang?, apa dalilnya seseorang membaca surat Alqur’an?, melarangnya adalah haram secara mutlak.

Sebagaimana Imam Masjid Quba yg selalu menyertakan surat AL Ikhlas bila ia menjadi Imam, selalu ia membaca Al Ikhlas di setiap rakaatnya setelah surat ALfatihah, ia membaca alfatihah, lalu al ikhlas, baru surat lainnya, demikian setiap rakaat ia lakukan, dan demikian pada setiap shalatnya, bukankah ini kebiasaan yg tak diajarkan oleh Rasul saw?, bukankah ini menambah nambahi bacaan dalam shalat?

Maka makmumnya berdatangan pada Rasul saw seraya mengadukannya, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya mengapa ia berbuat demikian, dan orang itu menjawab Inniy Uhibbuhaa (aku mencintainya), yaitu ia mencintai surat Al Ikhlas, hingga selalu menggandengkan Al Ikhlas dg Alfatihah dalam setiap rakaat dalam shalatnya.

Apa jawaban Rasul saw?, apakah rasul saw berkata : “kenapa engkau buat syariah dan ajaran baru?, kenapa membuat ibadah baru?, apakah ibadah shalat yg kuajarkan belum sempurna???

Beliau tak mengatakan demikian, malah seraya berkata : Hubbuka iyyahaa adkhalakal Jannah (cintamu pada surat Al Ikhlas itulah yg akan membuatmu masuk sorga). hadits ini dua kali diriwayatkan dalam Shahih Bukhari. Dan shahih Bukhari adalah kitab hadits yg terkuat dari seluruh kitab hadits lainnya untuk dijadikan dalil.

Maka jelaslah Rasul saw tak melarang berupa ide ide baru yg datang dari iman, selama tidak merubah syariah yg telah ada, apalagi hal itu merupakan kebaikan,
dan doa nisfu sya;ban adalah mulia, apa yg diminta?, panjang umur dalam taat pada Allah, diampuni dosa dosa, diwafatkan dalam husnul khatimah.

Salahkah doa seperti ini?, akankah perkumpulan seperti ini dibubarkan dan ditentang? mengenai malam pertama bulan rajab Imam Syafii berfatwa bahwa itu adalah mustajab doa pula, sebagaimana malam jumat dan malam nisfu sya’ban, dan Imam syafii bukanlah berfatwa dari hawa nafsunya.

Mengenai risalah yg anda nukil itu maka jawaban saya, jawaban saya diatas telah menjawab seluruh ungkapan itu.

  1. Kami tidak mengajarkan shalat nisfu sya’ban.
  2. Sepanjang ucapan nukilan diatas, adakah hadits yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?

Tunjukkan pada saya satu hadits shahih atau dhoif yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?

Nisfu sya’ban tak ada perayaan, siapa pula yg merayakannya?, cuma sebahagian sahaja yg menuduh sbb hati busuknya.

Kalau untuk partai mereka sih, ngga pake bid’ah dan musyrik, walau pakai pesta kampanye dan memajang foto fotonya di masjid dan dimana mana, itu sih ngga apa2, juga hari ulang tahun partainya, buat pesta besar2an dg dangdutan segala, itu sih ngga apa2, tapi nisfu sya’ban bid;ah.

mengenai fatwa Imam syafii tentunya debu di kaki Imam Syafii lebih mulia dari seribu bin baz, karena Imam syafii sudah menjadi Imam sebelum Imam Bukhari lahir, dan ia adalah guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal itu hafal 1 juta hadits dg sanad dan matannya, dan Imam Ahmad bin Hanbal berkata : 20 tahun aku berdoa setiap malam untuk Imam syafii,dan Imam Syafii adalah Imam besar yg ratusan para Imam mengikuti madzhabnya, mengenai Imam Ghazali beliau adalah Hujjatul Islam, telah hafal lebih dari 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya.

Petikan Dari Pondok Habib

10 comments :

  1. Terimakasih ustaz,walaupun bahasa indonesia saya faham dengan jelas.he he..

    Semoga lepas ni x ada lagi yang bertengkar tentang hal ini sehingga menimbulkan permusuhan sesama Islam dalam perkara kecik macam ni.

    ReplyDelete
  2. kalau dah ada pengakuan nabi..tu dah kira hadis la..nabi approved amalan tu,zaman kini zaman dah takde nabi? camne cite?apa kata Bukhari/Muslim?Tirmizi dan muhaddis mutaqaddimun? tentang hadis Nisfu sa`ban?

    ReplyDelete
  3. Salam To MAHADAYA :

    Kau buktikan yang ko kata nabi palsu tu sapa, bagi dalil, bagi hujah yang berilmu dan jangan guna hujah dangkal ko? jangan gunakan ayat al-quran yang kau tukar perkataan Allah kepada Allaha dan Muhammad kepada muhammada.

    Saya tanya engkau cuba bagi kebenaran tafsir engkau dan asal perkataan Allaha yang diperjuangkan engkau, setahu saya tiada dalam al-quran. Engkau dapat petunjuk mana dan kaedah apa baca Al-Quran tiada baris? bagi dengan bukti yang kongkrit. Kalau tak de bukti bererti kaulah nabi palsu.

    ReplyDelete
  4. Salam To MAHADAYA

    Beginilah,

    Awak datangkan bukti yang mengatakan di dunia ini ada bahasa arabaya yang anda dakwakan. Kalau boleh ana nak secara ilmiah, iaitu ada kajian, ada bukti dan tak mau putar belit anda yang tiada fakta. Apa bukti yang anda kata orang arab pinjam bahasa arabaya, setahu saya dalam sejarah tiada bahasa yang digunakan oleh arabaya. Berikan sumber yang saya dan orang boleh percayai. Apa hujah anda yang ilmiah dan bukti anda kata Al-Quran berasal dari arabaya. Apa bukti yang bacaan muhammad itu jadi muhammada, saya nak secara ilmiah, kalau tidak awak bukan kebenaran awak adalah kebatilan.

    Alif Lam Min diterjemahkan hanya Allah sahaja yang tahu sebab perkataan tersebut tiada maksud dia maksudnya hanya Allah sahaja yang mengetahui.

    Zalikal kitabularaybafi hihudallilmuttaqin. Kitab Al-Quran ini tiada keraguan padanya; pertunjuk bagi orang yang bertaqwa.

    Saya rasa anda tak pandai tengok kamus kot, sebab itu anda cari perkataan zalikal kitabularaybafi hihudallilmuttaqin.

    Bagi bukti yang mengatakan Al-Quran itu tidak berbunyi arab. Kalau tidak berbunyi arab kenapa bahasa arab ada persamaan dengan bahasa Al-Quran. Contoh haza banyak dalam Al-Quran yang bermaksud ini dan sama dengan bahasa arab. Wal asr. bermaksud demi masa dan ada persamaan dengan bahasa arab.

    Tapi ana masih mencari dan mengkaji, awak kata bahasa arabaya itu adalah bahasa Al-Quran, tetapi terjemahan yang anda buat sama dengan tafsir Al-Quran dan bahasa arab. Saya binggung dengan bahasa anda dan mencari perkataan yang anda gunakan la alaha laha (perkataan syahadah anda) kalau tengok dalam kamus dan dalam al-quran memang perkataan itu tiada makna dan saya cari tiada makna. yang kata ada makna anda sahaja. Tapi malangnya anda menterjemahkan dia dengan menggunakan terjemahan yang dibawa oleh orang arab.

    Persoalan dia mana kebenaran bahasa arabaya anda. Mana buktinya, di mana anda dapat. tunjukkan kebenarannya. Di atas anda mendakwa bukan menyebut kebenarannya. Saya harap anda faham soalan saya.

    Satu lagi perkataan Alif lam Min, Cuba anda selidik dalam kitab arab ada tak perkataan tersebut. Kalau ada itu terbukti bahawa itu adalah perkataan arab dan jika digabungkan dengan huruf2 yang lain akan menjadi perkataan dan ada makna.

    Kalau dilihat dari segi bacaan orang Islam juga berbunyi alif lam min dan tak bunyi alama. Jelas di situ bahawa itu adalah perkataan huruf sahaja dan maksudnya Allah saya yang mengetahui sebab Allah itu Maha mengetahui. Ini fakta dan terbukti.

    ReplyDelete
  5. Salam,

    Hang tulis Abrahayama memang la orang tak reti nak terjemahkan, Kalau hang Tulis Ibrahim orang Islam dan orang Putih bukan Islampun pandai terjemah.

    Hang kena faham soalan aku, apa bukti yang hang kata bukan bahasa arab. Itu bukan bukti itu dakwaan hang, saya pun boleh dakwa kata bahasa arabaya tak ada dalam dunia. Kau kena tahu dalam Al-Quran ada surah Quraisy kalau bahasa hang lebih kurang macamni qarayasa, kalau silap sory lah sebab arabaya tiada dalam dunia. Aku nak tanya Hang kata bahasa melayu adalah bahasa arabaya iaitu tulisan jawi, hang eja sikit perkataan "aku pergi ke sekolah" hang eja nama hang MAHADAYA dalam ejaan jawi yang hang dakwa.

    Kalau macam2 apagunanya Allah berikan akal kepada manusia. Apagunanya Allah sebut dalam Al-Quran iaitu mudah2an kamu berfikir kalau benda itu tidak terbukti. Bukti kata hang guna baris dalam hujah hang, surah kalau dieja dalam jawi ialah sin, waw, ra, ta marbutah. Kalau baca tanpa baris mesti bunyi sawarata fatahata. tapi kenapa bunyi surat. kan itu ikut baris. Saya rasa hang hujah kat atas tiada bukti, tunjukkan kebenaran asalama yang sesat tu, kalau dalam Al-Quran dengan huruf Alif, Sin, Lam, Alif, Mim, Kalau baca tanpa baris mesti jadi asalaama. Tapi kenapa kau baca ada baris, dan bagaimana kaedahnya bacaannya jadi asalama? tunjukkan kaedahnya.

    Kesimpulannya. Saya tanya bukti bukan dakwaan, Saya nak secara ilmiah, Islam ada kehebatannya dan sekarang ramai saintis dan ilmuan2 tertarik dengan Islam dan peluk Islam dan mereka giat menjalankan dakwah Islam. Hasil tertarik kepada Islam sebab ada bukti nas Al-Quran dan Akal Fikiran.

    Jadi saya tanya dan anda jawab dengan nas kitab2 nabi sulaiman yang anda dakwa dan kitab arabaya anda. dan logik akal anda. Tak payah la guna ayat Al-Quran yang jelas Al-Quran itu dibaca dengan kaedah baris. Ambik makna dari tafsir orang Islam kemudian tukar nama Allah kepada Allaha dan Muhammada, dan Abarahayama. Mai Mana kaedah ini.

    Kalau anda kata tak baca dengan baris tapi kenapa anda sebut Al-Quran, kenapa tak sebut Alaqarana. Dalam blog anda ada tertulis Nabi Salimana, Kenapa anda baca Nabi? kan itu ikut ejaan arab, kenapa tak baca Nabaya. Dan Apa Kaedah bacaan baca jadi Salimana, Bukan jadi saliyamana.

    Anda Kata "Nabi Asamaa'yala bermaksud Kami Mendengar Diri, kisahnya ada di dlm kitab terdahulu di mana Hajar memohon petunjuk kpd tuhan setelah berlaku pertelingkahan dgn Sara, kerana Sara cemburukan Hajar yg mengandung.

    Soalan Saya Nabi itu nak terjemah jadi apa? anda cuma terjemah asama? yang benarnya disebut assam'i. Mai mana anda terjemah kami? bagi bukti apa kaedahnya jadi Kami?

    Dah la saya rasa anda kena ciptakan dulu kaedah arabaya anda, sebab bahasa anda kan ditimbulkan anda, bukan nabi dahulu. insaflah dari menipu orang.

    ReplyDelete
  6. Salam,

    MAHADAYA apa fakta secara ilmiah hujah yang anda berikan diatas bukan fakta, itu dakwaan, anda sebenarnya anda kena belajar dahulu berhujah, belajar dahulu mengarang. Anda kena belajar karangan SPM balik, sebab kalau anda lihat karangan ilmiah mesti mempunyai hujah dan pendapat yang bernas. Kalau setakat hujah anda sapa boleh percaya, sapa percaya kata ada agama asalama. sebab tiada asas yang ada dakwaan dan hujah tanpa ilmu seperti anda.

    Kalau jenis ini hujah saya boleh cakap didunia ini tiada bahawa arabaya. Dulu anda kata tiada Nabi MUhammad itu adalah pembohong sekarang anda kata ada pulak Nabi Muhammada atau dibariskan menjadi muhammad. Ini membuktikan hujah anda yang tidak betul dan seronok sendiri. buktinya ialah dari hujah anda ini : Hamada dibariskan menjadi hamdu bermaksud pujian, ini juga sebahagian nama nabi hamba iaitu Mahamada.

    Al-Malaka itu dibaca dengan kaedah apa, kalau bahasa arab asal perkataan dari malaka. Itu kaedah. Ana minta dari dahulu kaedah anda baca tanpa baris. Kalau dalam bahasa arab kaedahnya banyak ada Nahu dan Sorof.

    Bahasa Melayu juga ada kaedah, bahasa anda apa kaedah. Malah tulisan jawi juga ada kaedahnya. Saya harap anda faham, bukan saya nak anda bandingkan dengan ayat2 seperti hujah anda diatas, itu saya sudah tahu dan jangkakan.

    Semua bahasa di dunia ada kaedah, tiba2 bahasa sesat yang curi makna dari bahasa arab dan kata makna bahasa arabaya, ini sebenarnya yang saya minta dari dahulu sampai sekarang.

    Setakat hujah anda saya juga boleh kata ada bahasa baru iaitu almelayui. Perkataan Allah jadi Allahu, Muhammad Jadi MUhammadu.

    Untuk membezakan itu betul atau tidak maka ia perlukan fakta dan bukti? Islam ada bukti asalama tiada bukti hanya ada dakwaan. Satu lagi apa bukti dan hujah anda kata bahasa arab itu curi bahasa arabaya. Apa hujah kata bangsa arab itu memesongkan Al-Quran. Kenapa Anda sebut Al-Quran padahal itu adalah ejaan baris. sepatutnya anda sebut alaquranalah... hehehehehehehe lawak betul buat malu je dengan hujah yang dangkal seperti ini.

    ReplyDelete
  7. Salam To MAHADAYA

    Untuk pembetulan kepada anda, bila masa kami orang Islam menafikan agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan nabi2 lain. Malah dalam Al-Quran dan Hadis Nabi tiada yang mengatakan Islam menafikan nabi ibrahim.

    Itu jelas awak tanya semua umat Islam dan rukun Islam juga mengatakan percaya kepada Nabi dan Rasul. Yang menafikan Nabi Muhammad adalah anda, bukan Islam, kami percaya semua Nabi yang diturunkan dan tiada satupun kami tolaj, awak kena faham.

    Apa hujah awak bagi ayat di atas tu, apa hujah anda kata Islam itu menidakkan agama Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim dan nabi2 lain ajak umatnya mengabdikan Allah, Islam juga mengajak umatnya mengabdikan Allah. Percaya kepada semua kitab yang diturunkan. Kami juga tidak menidakkan kenabian Isa dan Musa. Yang kami menidakkan adalah bangsa Yahudi dan Nasrani. Itu jelas dan tiada penulisan dalam kitab2 Islam yang menidakkan Nabi2 terdahulu.

    Satu lagi jangan dok terpesong dan rawit jauh, saya tanya lain dan jawab bagi kena dengan soalan saya. Jangan belagak pandai tetapi pada hakikatnya bodoh. Jelas di sini bahawa Islam itu tidak sesat. Kalau nak hujah nama Islam atau samawi, saya rasa itu tidak penting, kerana itu hanya nama sahaja dan kontennya sama, serupalah melayu dan bumiputera, kereta proton dan kereta waja. tapi isinya sama sahaja.

    Saya rasa itu tidak perlu dipertikaikan dan tiada persoalan yang boleh dikeluarkan.

    ReplyDelete
  8. Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:Sesungguhnya sesiapa yang hidup selepasku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafa al-Rasyidin al-Mahdiyyin (mendapat petunjuk). Berpeganglah dengannya dan gigitlah ia dengan geraham. Jauhilah kamu perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama) kerana setiap yang diada-adakan itu adalah bid‘ah dan setiap bid‘ah adalah sesat.

    ReplyDelete
  9. Salam

    Setiap hujah yang diberikan diatas ada dalilnya, jangan terlalu cepat mengatakan sesat.. Sebabnya setiap benda yang dilakukan ada hujahnya dan dalilnya. cuba lihat post di atas.. Saya rasa dalam masalah ini lebih baik kita berlapang dada.. Banyak benda yang haram patut kita tegakkan dan bahaskan.. Jangan jadikan masalah cabang ini sebagai isu yang besar. Hadis nabi juga mengatakan berbeza pendapat itu adalah fitrah. Dan kata saidina Umar ketika melihat seorang imam mengimamkan solat tarawih 20 rakaat mengatakan perkara ini adalah baik dan banyak lagi.

    Imam syafie yang membahagikan bid'ah itu diangkat sebagai sultan ulamak atau ketua ulamak pada abad 6. beliau yang alim hadis, fiqh dan sebagainya, tak mungkin beliau tersalah ijtihad.. kalau nak beza dengan orang yang mendakwa adakah ia hafal hadis, adakah ia muhadisin, menghafal al-quran, menghafal tafsir, tau asbabul nuzul, alim bahasa arab dan sebagainya. Jauh beza jadi bagaimana kita boleh kata imam2 dahulu sesat dan tersalah ijtihad.

    ReplyDelete
  10. Wahyu terakhir
    "Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agama kamu. Oleh kerana itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kamu kepada-Ku. Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kamu agama kamu, telah mencukupkan atas kamu nikmat-Ku, dan telah meridhoi Islam menjadi agama bagi kamu." [surah al-Maidah, ayat 3]

    kesimpulannya, agama Islam telah lengkap dan tidak boleh dikurangi atau ditokok-tambah..

    Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
    "Ketahuilah bahawa orang-orang sebelum kamu daripada Ahli Kitab telah berpecah kepada tujuh puluh dua (72) kumpulan, dan sesungguhnya kumpulan ini (umat Islam) akan berpecah kepada tujuh puluh tiga (73 kumpulan), tujuh puluh dua daripadanya akan masuk neraka dan hanya satu daripadanya akan masuk syurga"

    telah sy katakan diatas mengenai sabda Rasulullah:
    "Sesungguhnya sesiapa yang hidup selepasku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafa al-Rasyidin al-Mahdiyyin (mendapat petunjuk). Berpeganglah dengannya dan gigitlah ia dengan geraham...."

    memang benar perselisihan pendapat itu adalah fitrah manusia, tetapi perselisihan yg dibenarkan hanyalah kepada perkara yg samar2 atau disebut perkara khilafiyyah. Kadang2 Rasulullah melakukan itu dan ini, tetapi pada hari lain melakukan yang lain pula walaupun dlm perkara yg sama sebagai contoh Nabi pernah menjaharkan sedikit bacaan dlm solat sir dan kadang2 Nabi tidak menjaharkannya. begitu juga mengenai bacaan bismillah pada awal surah Al-Fatihah serta membaca Al-Fatihah semasa menjadi makmum bagi solat jahar. kesimpulannya, ada yg kadang2 Nabi buat begitu dan kadang2 buat begini..

    ketahuilah saudara bahawa setiap perkara yg sahih itu wajib utk ditaati. setiap perkara yg khilafiyyah itu bergantung kpd pengamalnya yg mna yg dia lebih mudah beramal serta bergantung kepada waktu dan keadaan. selepas perkara sahih dan khilafiyyah inilah adanya/timbulnya perkara bid'ah (tokok-tambah) iaitu perkara yg nabi mahupun sahabat baginda TIDAK pernah lakukannya. perkara bid'ah dlm ibadat adalah yg paling dititikberatkan kerana ibadat itu untuk Allah dan Allah telah menurunkan garis panduan serta cara untuk beribadat kepadaNYA (Nabi Muhammad SAW). tidak boleh ditambah atau dikurangi atau diubahsuai kecuali perkara rukhsah kerana rukhsah itu adalah kurniaan Allah kpd hambaNYA.

    jadi jelaslah disini, sama ada perkara itu bid'ah hasanah atau sayyiah, selama mana namanya adalah bid'ah (tokok-tambah dlm urusan Allah), ia adalah berdosa seperti sabda Nabi:
    ".....Jauhilah kamu perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama) kerana setiap yang diada-adakan itu adalah bid‘ah dan setiap bid‘ah adalah sesat."...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KOMEN PEMBACA

PENGIKUT BLOG