Monday, August 9, 2010

Sepuluh Langkah Menyambut Ramadhan


  1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat.

  2. Bersyukurlah dan puji Allah atas kedatangan Bulan Ramadan yang kembali diberikan kepada kita.

  3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan.

  4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan.

  5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan.

  6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan.

  7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk.

  8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs.

  9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan.

  10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih.

6 comments:

ainhany on August 9, 2010 3:37 PM said...

salam ustaz,

insyaALLAH sbg satu persediaan diri utk meyambutnya...mudah-mudahan ramadan ini kita sambut dgn pengisiannya..doakan saya juga..
amin

'bradokapak' on August 10, 2010 12:23 AM said...

Salam Ust Amin,

izinkan hamba bermadah kata sepatah dua disini...


Jikalau hati adalah sultan,

Maka akal adalah menterinya;

Jikalau nafsu adalah syaitan,

Maka puasa adalah pengikatnya.

Raihlah Ramadhan kali ini dengan penuh makna. Sambutlah kedatangannya dengan gembira. SALAM RAMADHAN AL-MUBARAK 1431H daripada kami, warga kerja di BK.blogspot kepada Tuan. Semoga Ramadhan kali ini diraih dengan lebih baik berbanding Ramadhan yang telah lalu!! :)

Ustaz Nor Amin Sayani Bin Zainal on August 10, 2010 8:36 AM said...

Salam,

Terima kasih atas segala ucapan yang diberikan di ruangan komen ini, selamat menyambut dan menjalani ibadah puasa.

yassir on August 10, 2010 10:11 AM said...

Apabila berita rukyatul hilal (anak bulan) untuk bulan Ramadhan telah sampai kepada kalian dari tempat mana pun juga di muka bumi, maka kalian wajib berpuasa.

“Berpuasalah kalian kerana melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian kerana melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian tersamar (terhalang), maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari”. [HR. Bukhari 4/106 dan Muslim 1081, dari Abu Hurairah ra].

Ustaz Nor Amin Sayani Bin Zainal on August 10, 2010 4:03 PM said...

Terima kasih atas perkongsian anda, saya hargai, teruskan perjuangan anda

Anonymous said...

Assalamualaikum Ustaz, apakah memarahi anak usia mumayyiz (dgn tujuan mendidik), akan merosakkan pahala puasa? Sabar sudah, tegur pun sudah...masih tunjuk kenakalan..

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

New Comment

Followers

 
Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template Vector by DaPino